Gagal, 10 Caleg Stres Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

Gagal, 10 Caleg Stres Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

Gagal, 10 Caleg Stres Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

VIVAnews – Sedikitnya 10 orang calon anggota legislatif gagal dalam pemilu kini tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu. Namun, karena gangguan depresinya masih dalam tahap ringan, para caleg gagal ini hanya menjalani rawat jalan.

Dokter Spesialis Kejiwaan RSKJ Soeprapto dr. Sugiharto Djaja, Jumat 25 April 2014, menyebut sejumlah caleg yang telah menjalani rawat jalan atas penyakit depresi yang dialami usai kegagalan di pemilu tersebut mengalami perubahan perilaku.

“Yang rawat inap belum ada, kalau rawat jalan ada sekitar 10 orang, rata-rata mengalami susah tidur dan cenderung jadi pendiam paska tahu mereka gagal bertarung di pemilu,” ujar Sugiharto.

Seluruh identitas caleg tersebut, diakui Sugiharto, memang harus dirahasiakan. Guna menjaga privasi dan nama baik dari sang caleg dan pihak keluarganya. “Maklumlah, kalau sampai publik tahu mereka-mereka ini pernah tercatat di RSKJ, biasanya akan jadi gunjingan. Cuma yang jelas, bisa saya pastikan ke-10 orang ini adalah mantan caleg,” ujarnya.

Ia tidak menampik, paska Pemilu ada banyak caleg yang mengalami gangguan kejiwaan. Hanya saja, tidak semuanya mau memeriksakan diri ke RSKJ. Selain masalah gengsi, soal biaya terkadang bagi caleg yang sudah terlanjur jatuh miskin akan kesulitan untuk berobat di RSKJ.

Ia berharap, terlepas ketiadaan dana ataupun persoalan gengsi tersebut, terlebih kepada pihak keluarga yang merasa melihat ada anggota keluarganya yang telah dinyatakan gagal dalam mencaleg dan mengalami perubahan perilaku, secepatnya segera ditanggulangi. Sebelum berakibat buruk bagi pribadi caleg tersebut.

“Keluarga harus memberi dukungan kepada caleg tadi, jangan ditambah bebannya dengan menunjukkan emosional saat tahu kekalahan caleg sudah pasti. Segera berobat atau konsultasi, lamban saja ini ditangani akan berakibat fatal bagi anggota keluarganya,” ujar Sugiharto.