Tes Minat dan Bakat


            Setiap anak memiliki potensi serta perkembangannya yang berbeda-beda, karena satu anak tidak dapat disamakan dengan anak lainnya. Sekalipun anak tersebut memiliki usia, tingkat pendidikan, ataupun genetik yang sama. Segala potensi yang dimiliki anak, ada baiknya kita sebagai orangtua atau orang dewasa yang berada di sekitar anak mampu bertindak yang tepat dengan tujuan agar dapat mendorong anak mengoptimalkan kemampuan yang sudah dimilikinya. Kemampuan yang dimiliki anak ini berkaitan dengan bakat anak dan juga dengan minatnya. Menurut J. P. Chaplin, dalam Kamus Lengkap Psikologi, bakat (talent) merupakan satu bentuk kemampuan khusus, seperti kemampuan musikal atau menggambar, yang diwarisi dari orangtua, dan memungkinkan seseorang memperoleh keuntungan dari hasil pelatihannya sampai satu tingkat yang tinggi. Jadi, meski bisa saja diturunkan oleh orang tua, bakat tetap harus dilatih dan diasah. Sedangkan minat menurut Hurlock (2003) merupakan hasil dari pengalaman belajar & bukan hasil bawaan lahir. Pentingnya minat menjadi sebuah sumber motivasi kuat bagi seseorang untuk belajar, minat juga mempengaruhi bentuk dan intensitas aspirasi seseorang dan minat juga menambah kegembiraan pada setiap kegiatan yang ditekuni. Hurlock menambahkan secara keseluruhan pada masa anak-anak, minat memberikan sebuah kekuatan untuk belajar. Anak yang berminat dalam suatu aktivitas, berada di manapun akan memberikan usaha empat kali lipat untuk belajar dibandingkan dengan anak-anak yang minatnya sedikit atau mudah merasa bosan.

            Ciri paling menonjol dari anak yang berbakat adalah mampu melakukan aktivitas tertentu dengan baik (misalnya, bermain alat musik atau menggambar), menyukainya, dan secara terus-menerus bisa meningkatkan kemampuannya. Dengan mengetahui bakat anak sejak dini, orangtua bisa membantu anak berlatih untuk mengasah bakatnya sejak dini. Saat ini, ada beberapa jenis tes bakat yang ditawarkan. Ada tes yang mendasarkan pada minat dan kesukaan anak, dan ada pula tes yang mengetahui bakat anak dari kondisi asli anak (melalui fingerprint dan DNA). Semua tes itu bertujuan mengetahui bakat apa saja yang dimiliki oleh anak. Akan tetapi, tes ini belum tentu terjamin keakuratannya.

            Sedangkan jika berkaitan dengan minat maka langkah awalnya, anak harus dipaparkan dengan berbagai bidang minat yang memungkinkan ada di sekitar anak. Setelah anak sudah mengetahui kira-kira ada berapa minat yang mungkin bisa dia coba, maka doronglah anak untuk terus mengeksplorasi minat tersebut. Biasanya untuk mendeteksi bakat dan minat anak merupakan suatu paket yang selalu dapat dilakukan bersama. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi para orangtua dan orang dewasa di sekitar anak, mengetahui hal tersebut agar dapat memberikan dorongan serta dukungan bagi anak. Perlu diingat bahwa pengetahuan orangtua atau orang dewasa ini tidak dengan tujuan untuk memberikan label bagi anak tetapi lebih pada cara mengoptimalkan kemampuan tersebut dan berdampak positif bagi anak.

            Dengan pemaparan di atas, orangtua dan guru di sekolah perlu mengetahui dengan pasti potensi kecerdasan serta bakat dan minat anak. Agar nantinya anak dapat diarahkan untuk fokus dan mengeksplorasi potensinya tersebut. Oleh karena itu diperlukannya suatu pemeriksaan psikologis yang menyeluruh dan mendalam mengenai potensi kecerdasan serta bakat dan minat anak. Pemeriksaan psikologis ini meliputi, pelaksanaan tes psikologi, dan depth interview, baik kepada anak yang bersangkutan ataupun significant others.