Perbedaan Prevelensi Gangguan Stres Pasca Trauma Antara 2 Desa Di Kota Ambon 15 Tahun Setelah Konflik Sosial Dan Faktor Yang Mempengaruhinya

Perbedaan Prevelensi Gangguan Stres Pasca Trauma Antara 2 Desa Di Kota Ambon 15 Tahun Setelah Konflik Sosial Dan Faktor Yang Mempengaruhinya

Perbedaan Prevelensi Gangguan Stres Pasca Trauma Antara 2 Desa Di Kota Ambon 15 Tahun Setelah Konflik Sosial Dan Faktor Yang Mempengaruhinya

Gangguan stres pasca trauma adalah suatu kondisi atau keadaan yang terjadi setelah seseorang menjadi saksi atau mengalami peristiwa traumatik, seperti bencana alam, pemerkosaan, pembunuhan, kecelakaan lalu lintas dan konflik kekerasan. Konflik sosial dapat menjadi stresor psikososial yang menimbulkan gangguan psikologik atau stres berat.

Kerusuhan dan konflik di Maluku yang terjadi selama tahun 1999-2002 menimbulkan suasana mencekam bagi masyarakat di Maluku pada umumnya dan Kota Ambon pada khususnya. Konflik sosial yang berkelanjutan dan berlangsung lama dapat mengakibatkan gangguan jiwa seperti gangguan stres pasca trauma.

Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan dan faktor yang memengaruhi pada gangguan stres pasca trauma di 2 desa di kota Ambon Maluku setelah 15 tahun terjadinya konflik sosial. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pengukuran variabel secara potong lintang, dan data di analisis secara deskriptif analitik.

Penelitian dilakukan dari bulan Mei  hingga Juni 2016 pada masyarakat yang tinggal di Desa Ahuru Batu Merah dan Desa Hutumuri. Sebanyak 160 subjek mengisi data demografi dan kuesioner stres kehidupan menurut Holmes-Rahe, wawancara terstruktur penyalahgunaan alkohol dan zat psikoaktif serta gangguan stres pasca trauma (Mini International Neuropsychiatric Interview International Classification of Disease-10). Didapatkan perbedaan angka kejadian gangguan stres pasca trauma 8,75% di Desa Ahuru Batu Merah dan 1,25% di Desa Hutumuri. Analisis data menggunakan Analisis of Varian terdapat perbedaan (p=0,030). Faktor yang memengaruhi yaitu faktor pekerjaan di Desa tidak terlibat konflik (=0,012), faktor perilaku merokok  (p=0,034) dan faktor penyalahgunaan obat pada ke 2 desa (p=0,042), memberikan hasil signifikan atau memberikan pengaruh pada gangguan stres pasca trauma.

 

Kata kunci : gangguan stres pasca trauma, konflik sosial, faktor-faktor yang memengaruhi

Penelitian akhir Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa
Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa

dr. Sherly Yakobus, Sp.KJ

1 comment so far

Benny sulaiman Posted on 5:47 am - Jan 13, 2019

Permisi dok selat malam,siang,sore. Kalo boleh tau dokter praktek dmana yah ??

RS Khusus Daerah Provinsi Maluku - Copyright © 2025